Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan MTQ Pertama Antarbangsa se-Borneo yang digelar di Pontianak pada 28–30 November 2023. Saat itu, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana yang mempertemukan peserta dari wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pada penyelenggaraan pertama, kompetisi terbatas pada cabang tilawah putra dan putri. Sementara itu, pelaksanaan 2026 di Sarawak memperluas cakupan perlombaan dengan menambahkan cabang hafalan Al-Quran 15 juz.

Usulan Brunei sebagai tuan rumah 2028 diharapkan menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pembinaan tilawah dan tahfiz di kawasan Borneo. Kesiapan Kalimantan Timur dan Sabah sebagai alternatif juga menjadi bentuk dukungan terhadap kelanjutan ajang tersebut.