Digitalisasi tersebut ditujukan untuk mempermudah transaksi nasabah sekaligus membantu pelaku usaha mikro dan kecil mengelola keuangannya secara lebih efisien.

Selain itu, BSI mencatat sejumlah nasabah UMKM telah berhasil meningkatkan skala usahanya melalui dukungan pembiayaan. Sebanyak 1.625 nasabah dari segmen supermikro berhasil naik kelas menjadi mikro.

Segmen supermikro mencakup nasabah dengan pembiayaan maksimal Rp10 juta, sedangkan segmen mikro berada pada kisaran pembiayaan Rp10 juta hingga Rp100 juta.

BSI juga mencatat sekitar 17 ribu nasabah UMKM berhasil naik kelas dari segmen mikro menuju segmen kecil, dengan pembiayaan di atas Rp500 juta. Sebagian nasabah bahkan telah berkembang dari segmen usaha kecil menuju segmen small and medium enterprise (SME).