"Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment sistemnya dan yang kedua gateway sistemnya. Jadi menggunakan QRIS," jelas Airlangga.
Rekening yang disiapkan tersebut nantinya tidak hanya digunakan sebagai sarana transaksi masyarakat, tetapi juga direncanakan untuk menyalurkan berbagai program pemerintah kepada warga. Namun, Airlangga belum menjelaskan secara detail program pemerintah apa saja yang akan disalurkan melalui rekening tersebut.
"Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal, mungkin lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Nah tentu ke depannya berbagai program nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," terang Airlangga.
Airlangga mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan.