NADIKABAR.COM — Badan Standardisasi Nasional (BSN) menekankan sektor ritel dan budaya mutu merupakan dua elemen terintegrasi yang saling mendukung dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta daya saing produk Indonesia di pasar global.
Kepala BSN Donny Purnomo menyatakan kolaborasi peringatan Hari Ritel Nasional 2026 dan Bulan Mutu Nasional (BMN) 2026 menjadi momentum untuk memperluas edukasi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada para pelaku usaha termasuk UMKM dan pengelola ritel.
"Mutu merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Penerapan SNI serta pemenuhan standar internasional bagi produk dalam negeri akan memudahkan jaringan ritel kita menjadikan produk lokal sebagai etalase dan titik transaksi utama di pasar global," ujar Donny di Bandung, Senin.
BSN, menurut dia, terus mendorong peningkatan kapasitas produk UMKM agar tidak hanya memenuhi persyaratan pasar domestik, tetapi juga memenuhi standar teknis negara tujuan ekspor.
"Sinergi antara BSN, Aprindo, dan kementerian terkait diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan produk bermutu tinggi di seluruh jaringan pasar ritel nasional," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa masuknya produk UMKM ke dalam jaringan ritel modern menjadi batu loncatan strategis untuk menembus pasar global, sekaligus mendorong ekosistem perdagangan nasional.
Menurut Budi, jaringan ritel modern merupakan sarana efektif untuk meningkatkan daya saing, memperkuat standardisasi mutu, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
"Ritel modern ini salah satu tempat untuk standarisasi. Jadi kalau produk-produknya sudah masuk di ritel, pasti produknya berkualitas dan bagus. Kalau sudah masuk di ritel, berarti untuk ekspor akan lebih mudah," kata Budi Santoso di lokasi yang sama.
Budi menjelaskan bahwa porsi produk UMKM di gerai ritel modern saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Dan pemerintah bersama asosiasi seperti Aprindo terus melakukan pendampingan agar produk lokal tidak hanya menguasai pasar dalam negeri yang besar, tetapi juga mampu memenuhi kriteria ekspor.