NADIKABAR.COM — Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan enam Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait teknologi hidrogen hingga September 2026 sebagai upaya mendukung pengembangan energi bersih.

Kepala BSN Donny Purnomo dalam peringatan World Standards Day (WSD) 2026 secara daring, Rabu, mengatakan lima dari enam SNI tersebut merupakan adopsi standar internasional ISO. Standar itu mencakup aspek keselamatan, kualitas bahan bakar, infrastruktur pengisian, dan hidrogen rendah karbon.

"Standardisasi dan penilaian kesesuaian berperan penting dalam menjamin mutu dan keselamatan di sepanjang rantai nilai hidrogen, mulai dari produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi, hingga pemanfaatan," katanya.