Selanjutnya, kaum populis agraris yang disebut Budiman tidak siap dengan petani atau nelayan yang memiliki cara pandang modern.

"Kaum populis agraris, mereka enggak siap melihat petani itu bisa ngerti pembukuan. Mereka belum bisa terima nelayan itu punya kapal modern. 'Wah, ini enggak rakyat lagi ini kalau nelayannya pakai kapal modern, kalau petani ngerti akuntansi, enggak, petani itu enggak boleh ngerti akuntansi, ngertinya macul saja'. Dia ada romantisme wong cilik. Mereka enggak siap. Itu kaum populis agraris," jelas Budiman.

Penilaian Budiman di atas masih sebatas pandangan personal. Belum ditemukan kajian atau penelitian yang bisa dijadikan bahan rujukan atas klaim tersebut.