NADIKABAR.COM — Erupsi gunung api bukanlah pertanda akhir dari kehidupan. Di sejumlah kawasan, peristiwa ini menghadirkan kondisi yang tepat untuk tumbuhnya ekosistem baru melalui proses suksesi primer.
Menurut dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Dr Agus Hikmat, fenomena ini bisa dilihat dari kawasan Krakatau. Meski sudah erupsi berulang kali, kehidupan di sekitar Krakatau justru terus berkembang.
Setelah letusan Krakatau pada 1883, para ahli konservasi melihat tumbuhnya ekosistem baru di kawasan tersebut. Lahan yang awalnya kosong kini ditumbuhi flora dan satwa liar.
"Erupsi gunung berapi akan mereset ekosistem yang ada menjadi ekosistem yang baru. Ekosistem di kawasan Krakatau merespons dalam tiga fase, yaitu fase penghancuran, kolonisasi, dan stabilisasi ekosistem," ujar Agus dalam laman IPB University dikutip Jumat (11/9/2026).
Penghancuran terjadi akibat suhu panas, abu vulkanik, gas beracun seperti sulfur dioksida (SO₂), hingga tsunami yang menyebabkan vegetasi mengalami kerusakan berat atau mati.