Dia menilai keberhasilan Karang Taruna tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang digelar. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah manfaat dan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ketika ada persoalan sosial, Karang Taruna hadir; ketika ada bencana, Karang Taruna bergerak. Ketika ada potensi generasi muda, Karang Taruna memberdayakan. Ketika masyarakat membutuhkan dukungan, Karang Taruna mengambil bagian," ujarnya.
Selama sepuluh bulan terakhir, PNKT terus mengonsolidasikan keterlibatan anggotanya dalam berbagai aksi kemanusiaan. Mereka aktif merespons bencana alam di Sumatera, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur. Pengalaman tanggap darurat ini diharapkan terus memacu semangat kontribusi para anggota di mana pun mereka berada.
"Saya ingin Karang Taruna bukan hanya dikenal nama dan organisasinya, tetapi dikenal karena peran dan kontribusinya. Jangan hanya memastikan Karang Taruna ada di setiap wilayah, tetapi pastikan Karang Taruna hadir ketika masyarakat membutuhkan," tegasnya.