NADIKABAR.COM — Bulan ternyata perlahan bergerak semakin jauh dari Bumi. Menurut NASA, jarak Bulan bertambah sekitar 4 sentimeter setiap tahun. Pergerakan ini telah diketahui melalui pengukuran menggunakan reflektor yang dipasang di permukaan Bulan dan terus diamati dari Bumi.

Fenomena tersebut merupakan bagian dari interaksi gravitasi dan pasang surut tim redaksi Bumi dan Bulan. Proses ini tidak hanya membuat orbit Bulan perlahan melebar, tetapi juga mempengaruhi rotasi Bumi. Lantas, apa dampaknya bagi Bumi dan kehidupan di dalamnya?

Bumi dan Bulan saling berinteraksi melalui gravitasi. Tarikan gravitasi Bulan terhadap Bumi menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan. Karena Bumi berotasi lebih cepat daripada Bulan mengelilingi Bumi, tonjolan pasang surut tersebut sedikit bergeser dari posisi tepat di bawah Bulan.

Interaksi tim redaksi tonjolan air laut dan gravitasi Bulan kemudian mentransfer sebagian energi rotasi Bumi ke orbit Bulan. Akibatnya, rotasi Bumi perlahan melambat, sementara orbit Bulan semakin melebar. Dengan kata lain, energi dari sistem rotasi Bumi secara perlahan ditransfer ke orbit Bulan.

Pengukuran jarak Bumi-Bulan dilakukan dengan teknik Lunar Laser Ranging. Para ilmuwan memanfaatkan reflektor yang ditinggalkan astronaut dalam misi Apollo untuk mengukur jarak tim redaksi Bumi dan Bulan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Hasil pengukuran menunjukkan Bulan rata-rata menjauh sekitar 3,8 cm setiap tahun. NASA dalam materi terbarunya membulatkan laju tersebut menjadi sekitar 4 cm per tahun. Angka ini memang terlihat kecil, tetapi prosesnya berlangsung terus dalam skala waktu yang sangat panjang.