Selain melihat aktivitas di KD/KMP, kunjungan tersebut juga dilakukan dalam rangka mengidentifikasi dukungan-dukungan lainnya untuk memperkuat KD/KMP ke depan, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi berbasis kerakyatan.

"Identifikasi kebutuhan dukungan terhadap koperasi (KK/KMP), terutama yang bisa disinergikan dengan BUMN di bawah pengaturan BP BUMN, tentu akan sangat membantu, dan diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan KK/KMP," tutur Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya mengatakan Perum Bulog sebagai BUMN Pangan, berkontribusi dalam penyediaan beras SPHP di 107 titik KD/KMP.

Dia menyebutkan beras SPHP yang telah disuplai ke KD/KMP, tersebar di tujuh provinsi, yakni 47 di Jawa Tengah, 42 di Jawa Timur, lima titik di Lampung, empat titik di DKI Jakarta. tiga titik di Jawa Barat, empat titik di Sumatera Selatan, dan satu titik di Banten.

"Volume yang telah kami suplai ke KD/KMP mencapai 53.500 kilogram, setara dengan 10.700 kemasan, dengan masing-masing seberat 5 kilogram, yang telah terealisasi 100 persen," papar Dhana.

Ke depannya, kata dia, Bulog akan memperluas jaringan pemenuhan kebutuhan suplai beras SPHP ke 1.250 titik KD/KMP. Secara bertahap, target perluasan jaringan akan menjangkau hingga 8.000 titik.