Rizal mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras premium di pasaran maka pemerintah memerintahkan Bulog untuk mengintervensi harga dengan cara menggelontorkan beras premium dari hasil penyerapan.

Ia menjelaska data terkini Bulog telah mendistribusikan sebanyak 71-72 ribu ton dan didistribusikan melalui ritel modern serta agen Bulog yang berada di pasar.

"Kami sedang pacu untuk pemasaran dan mengolah gabah yang kita beli secara komersial untuk dijadikan beras premium. Saat ini kami sudah mulai mengisi beras premium di toko maupun ritel modern," katanya menambahkan.