NADIKABAR.COM β Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat telah menyerap padi hasil panen petani sekitar 715.947 ton setara beras hingga awal November 2026 untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan realisasi penyerapan tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 694.433 ton.
βDengan capaian ini, realisasi penyerapan gabah di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan oleh pusat,β kata Nurman kepada NadiKabar di Bandung, Jumat.
Meski demikian, Nurman menegaskan Bulog tetap melanjutkan penyerapan selama masih terdapat potensi hasil panen di lapangan.
βNamun, kami tidak akan berhenti selama masih ada potensi penyerapan gabah di lapangan, meskipun saat ini harga sudah cukup tinggi, bahkan berada di atas Rp7.000 per kilogram,β kata Nurman.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian di Jawa Barat sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Nurman menyatakan Bulog akan terus mengintensifkan penyerapan gabah sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian target pengadaan gabah nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar empat juta ton.
Dalam proses pengadaan tersebut, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.
Terkait isu pembelian beras secara berlebihan atau panic buying yang memicu kenaikan harga, Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Barat masih dalam kondisi aman.
βStok beras kami saat ini mencapai sekitar 592.795 ton setara beras, sehingga tidak ada masalah. Bulog menjamin kebutuhan beras masyarakat tetap tersedia meskipun terjadi lonjakan permintaan,β ujarnya.
Ia menambahkan Bulog akan mengoptimalkan berbagai program stabilisasi pangan, seperti penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di masyarakat.