Ia mengatakan, melalui penguatan pengadaan jagung dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, serta percepatan penyaluran jagung SPHP dengan harga Rp5 ribu per kilogram, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak khususnya menghadapi momen akhir tahun nanti yaitu Natal dan tahun baru.
"Sinergisitas dari hulu hingga hilir ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperkuat keberlanjutan sektor peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa percepatan penyaluran jagung SPHP merupakan bagian dari langkah konkret Bulog dalam memastikan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung nasional.
“Bulog berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5 ribu per kilogram," katanya.