Ia mengatakan, rekor pengadaan gabah ini semakin memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

"Dengan capaian 110,68 persen dari target 2026, Perum Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun," katanya.

Secara nasional Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton.