Melalui program SPHP, jagung pakan disediakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp 5.500 per kilogram hingga tingkat peternak. Program ini ditujukan khusus bagi peternak mikro melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Terkait pengiriman dari Sulawesi Selatan, Ahmad Rizal memastikan distribusi tetap mempertimbangkan ketersediaan pasokan di daerah asal. Berdasarkan laporan saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton. Pasokan diperkirakan bertambah seiring panen berikutnya pada November 2026.
BULOG berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan distribusi antardaerah dan ketersediaan stok di wilayah produsen. Dengan begitu, penguatan pasokan bagi peternak di Pulau Jawa diharapkan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah asal.
Melalui percepatan distribusi ini, BULOG menegaskan komitmennya untuk menjalankan penugasan pemerintah secara responsif dan tepat sasaran. Koordinasi dengan pemerintah, pelaku logistik, serta koperasi peternak juga akan terus diperkuat agar jagung SPHP dapat segera dimanfaatkan penerima program.