Dengan jaringan sebesar itu, Bulog menjaga kesiapan stok untuk kebutuhan penyaluran, termasuk menghadapi peningkatan permintaan pangan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
"Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur dan penuh tanggung jawab," tegas Rizal.
Untuk menjaga mutu CBP, petugas Bulog di gudang menjalankan prosedur pengelolaan sesuai standar operasional, meliputi pemeriksaan fisik beras secara berkala untuk memantau kondisi dan kualitas selama penyimpanan.
Selain itu pengawasan kebersihan dan kondisi lingkungan gudang agar beras terlindung dari hama dan kelembapan, serta pengendalian administrasi persediaan agar data stok tertib, akurat dan akuntabel.