BULOG juga terus mengoptimalkan kesiapan pasokan serta koordinasi pelayanan distribusi di berbagai wilayah. Khusus pada 107 titik KDKMP yang menjadi sasaran monitoring, total pemesanan beras SPHP tercatat mencapai 53.500 kilogram atau 53,5 ton dan ditargetkan akan rampung pada 14 Oktober 2026, sehingga dapat mendukung kesiapan koperasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Perluasan pelayanan KDKMP juga menjadi bagian dari upaya BULOG memperkuat sistem distribusi pangan yang lebih merata dan terintegrasi. Melalui kolaborasi bersama PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, BULOG terus mendorong penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Ahmad Rizal mengatakan sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyaluran beras SPHP sekaligus memperkuat keberlanjutan operasional koperasi sebagai salah satu pusat pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.
Dengan semakin luasnya cakupan pelayanan KDKMP, pihaknya optimistis jaringan koperasi dapat berkontribusi dalam memperpendek rantai distribusi pangan, memperluas akses terhadap beras SPHP, serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga di tingkat masyarakat. Kehadiran KDKMP juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui tumbuhnya aktivitas perdagangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan.
Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh operasionalisasi KDKMP sebagai bagian dari program strategis pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Melalui sinergi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, DPR RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, BULOG terus memperkuat perannya dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Penguatan jaringan distribusi berbasis koperasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.