NADIKABAR.COM β Perum Bulog menyalurkan sekitar 180 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menunjang keberlangsungan usaha peternak ayam petelur skala mikro di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
βMelalui penyaluran jagung SPHP dan sinergis pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat,β kata Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri Pakke usai peninjauan pelaku usaha peternakan ayam di Kabupaten Sigi, Kamis.
Ia mengemukakan penyaluran jagung tersebut dilaksanakan di Desa Beka, Kabupaten Sigi, melalui kegiatan Sinergitas BUMN Pangan bersama peternak ayam petelur mikro yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Penyerahan jagung SPHP sebanyak 180 ton kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro juga dirangkai dengan program pembelian telur ayam oleh Bulog dan ID FOOD senilai Rp30 miliar secara bertahap hingga Desember 2026.
"Peternak mikro merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk memastikan pelaku usaha di tingkat produksi memperoleh dukungan untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan usaha," ujarnya.
Melalui program SPHP jagung, Bulog menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang diatur pemerintah.
Menurut dia pemerintah berkomitmen membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan BUMN pangan.
βPeternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Melalui kolaborasi Kementerian Peternakan (Kementan), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog dan ID FOOD kami ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat,β ucapnya.
Diharapkan kolaborasi itu dapat membantu menekan biaya produksi peternak melalui intervensi penyediaan jagung pakan dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat penyerapan hasil produksi telur.
"Langkah ini menjadi bagian dari penguatan rantai pasok pangan nasional dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha peternakan," katanya.