"Kalau yang untuk dari KDKMP kemarin yang sudah masuk itu sekitar 533 ton untuk wilayah Semarang," ujarnya.
Selain melalui koperasi, Bulog Semarang juga tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha yang membutuhkan pasokan beras komersial.
Menurut dia, mekanisme distribusi beras komersial menyesuaikan permintaan pasar dengan mempertimbangkan kebutuhan ritel modern, ritel binaan, serta mitra strategis lainnya.
Yudha menambahkan Bulog Semarang juga melayani permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila terdapat kebutuhan pasokan beras sesuai mekanisme kerja sama.
"Kalau SPPG (permintaannya) beras premium. Jadi saat ini memang ada yang kami layani namun tidak banyak. Jadi hanya satu, dua karena mereka bebas mencari supplier dari manapun," katanya.