NADIKABAR.COM — Perum Bulog menyiapkan dukungan pasokan pangan bagi sedikitnya 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan menjadi proyek percontohan sebelum 20 Oktober 2026.

“Sebelum tanggal 20 Oktober harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani seusai rapat koordinasi KDKMP di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Bulog akan segera berkoordinasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menentukan lokasi KDKMP yang masuk dalam proyek percontohan tersebut.

Ia berharap jumlah KDKMP yang dapat memperoleh dukungan pada tahap awal bahkan bisa melampaui target sedikitnya 100 koperasi.

“Kalau bisa, lebih dari 100. Lebih banyak lebih bagus,” ujarnya.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Bulog siap memenuhi kebutuhan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui KDKMP sesuai permintaan.

“Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi,” ucap Ahmad.

Menurut dia, pemesanan beras SPHP untuk KDKMP akan dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara dengan menggunakan aplikasi SPHP.

“Seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim,” ujarnya.

Ahmad menambahkan tambahan alokasi satu juta ton beras SPHP yang telah diputuskan pemerintah turut dipersiapkan untuk menjaga pasokan pada periode paceklik sekaligus menopang perluasan penyaluran melalui KDKMP.

Ia menegaskan tambahan satu juta ton tersebut merupakan penambahan alokasi penyaluran beras SPHP, bukan penambahan target penyerapan gabah atau beras oleh Bulog.

“Yang satu juta ton penyaluran, bukan penyerapan,” katanya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya mencatat realisasi penyaluran beras SPHP per 23 September 2026 telah mencapai 827 juta kilogram (kg) dari target awal 828 juta kg atau 99,98 persen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak sekitar 16,62 juta kilogram disalurkan melalui KDKMP.

Pemerintah telah menyepakati tambahan alokasi satu juta ton beras SPHP pada September 2026 guna menjaga keberlanjutan program setelah realisasi alokasi awal mendekati target. Bulog menyatakan kesiapan menyalurkan tambahan tersebut hingga Maret 2027.

KDKMP merupakan salah satu dari sembilan saluran utama penyaluran beras SPHP yang ditetapkan pemerintah, bersama antara lain pengecer pasar rakyat, ritel modern, Rumah Pangan Kita, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah.