NADIKABAR.COM — Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyalurkan 49 ton jagung kepada peternak ayam guna menjaga pasokan dan harga melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan Program SPHP Jagung merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau bagi peternak, khususnya peternak ayam.

"Bulog menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram, sehingga dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus mendukung stabilitas pangan di daerah," kata Arief di Tanjungpinang, Sabtu.

Ia menyampaikan penyaluran jagung terus dilakukan melalui mekanisme distribusi yang disiapkan Bulog untuk memastikan jagung dapat diterima sesuai kebutuhan di wilayah kerja Bulog Tanjungpinang.

Selain penyaluran jagung SPHP, kata dia, Bulog juga terus melakukan penguatan penyerapan jagung produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya mendukung petani jagung sekaligus memperkuat ketersediaan cadangan jagung pemerintah.

Penyaluran jagung SPHP jagung dan penyerapan jagung dalam negeri merupakan bagian dari upaya BULOG menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan peternak. Bulog memastikan penyaluran jagung SPHP berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan peternak.

"Di sisi lain, penyerapan jagung produksi dalam negeri terus kami dorong sebagai bentuk dukungan terhadap petani jagung dan penguatan cadangan jagung pemerintah," ujarnya.

Secara nasional, lanjut Arief, Bulog memastikan ketersediaan jagung pemerintah dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan data posisi per 7 Oktober 2026, stok jagung pemerintah yang dikelola Bulog mencapai 98.442 ton.

Ketersediaan stok tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyaluran SPHP jagung di berbagai wilayah, termasuk di Kepri.

Ia menambahkan Bulog Cabang Tanjungpinang terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah,TNI dan Polri, petani, peternak, mitra pengadaan untuk memastikan distribusi jagung berjalan lancar.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pasokan, mendukung stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kepri.

"Melalui sinergi antara penyerapan jagung produksi dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, dan percepatan penyaluran SPHP jagung, Bulog terus berkontribusi menjaga keseimbangan ekosistem jagung dari hulu hingga hilir serta mendukung keberlanjutan sektor peternakan," demikian Arief.