NADIKABAR.COM — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan siap memperkuat dukungan pembinaan atlet usai tim bulu tangkis Indonesia membawa pulang enam medali pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan capaian tim bulu tangkis Indonesia merupakan hasil dari proses pembinaan yang perlu terus dijaga secara berkelanjutan.

BNI berkomitmen mendukung pembinaan dan regenerasi atlet agar semakin banyak talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan untuk berkembang.

"Prestasi seperti ini lahir dari proses yang panjang. Karena itu, BNI berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan regenerasi atlet sebagai bagian dari upaya memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan mengukir prestasi," ujar Okki.

Secara rinci, medali emas yang diraih oleh tim bulu tangkis Indonesia diperoleh dari nomor beregu putra serta ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Kemudian, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyumbangkan medali perak dari nomor ganda campuran.

Tiga medali perunggu masing-masing dipersembahkan tim beregu putri, Alwi Farhan dari nomor tunggal putra, serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari nomor ganda putra.

Menurut Okki, dukungan terhadap pembinaan atlet juga sejalan dengan semangat penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Keberhasilan tim bulu tangkis di Asian Games 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus berlatih, berkompetisi, dan membawa nama Indonesia di panggung internasional.

Sementara itu, Ketua Umum PP PBSI Mohammad Fadil Imran menyatakan dukungan berbagai mitra menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet hingga mampu bersaing di level internasional, termasuk dukungan dari BNI.

Fadil mengatakan, menjaga Indonesia tetap kompetitif dalam bulu tangkis dunia membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.

"Kita membutuhkan gotong royong, PBSI, atlet, pelatih, pemerintah, sponsor, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam tujuan yang sama," katanya.