Di sisi lain, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menegaskan Festival Literasi 2026 menjadi wujud komitmen bersama untuk merawat minat baca di era serba digital.
"Setelah kegiatan ini harapannya bisa menguatkan komitmen daripada Bunda Literasi, untuk terus bersemangat meningkatkan budaya literasi di Jawa Tengah. Karena banyak perubahan, bahwa kita harus bertransformasi," ujar Nawal.
Nawal menyoroti pergeseran gaya hidup Generasi Z dan milenial dalam mengakses informasi. Menurutnya, anak muda masa kini menyukai tempat membaca yang fleksibel, interaktif, dan berkonsep santai.
"Kondisi tersebut, perlu direspons dengan melakukan transformasi terhadap ruang-ruang literasi, termasuk perpustakaan. Jangan sampai perubahan pola tersebut justru membuat generasi muda semakin menjauh dari perpustakaan," terangnya.