NADIKABAR.COM — Insiden pesawat kargo Ethiopian Airlines dilarang mendarat oleh Israel karena pilotnya asal Indonesia, menyoroti larangan yang diberlakukan oleh Tel Aviv baru-baru ini. Otoritas Israel melarang masuk pilot dari sedikitnya 31 negara menyusul insiden pembajakan penerbangan flydubai tujuan Tel Aviv.
Larangan ini, seperti dilansir Business Insider Africa dan Al Jazeera, Rabu (14/10/2026), dilaporkan oleh media-media lokal Israel dan publikasi investigasi Prancis, Mediapart.
Laporan-laporan media Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv memberlakukan pembatasan penerbangan baru terhadap pilot dan awak kabin dari sedikitnya 31 negara, yang sebagian besar merupakan negara mayoritas Muslim, guna memperketat keamanan bagi penerbangan yang memasuki wilayah udara Israel.
Pembatasan penerbangan itu, menurut laporan Mediapart dan media-media lokal Israel, menargetkan penugasan awak maskapai, bukan perjalanan penumpang, dan melarang personel yang terdampak untuk mengoperasikan penerbangan ke Israel meskipun mereka memiliki kewarganegaraan ganda.
Maskapai-maskapai penerbangan kini diwajibkan meninjau penugasan awaknya sebelum melakukan penerbangan ke Israel. Pembatasan baru ini berdampak pada pengaturan staf bagi maskapai-maskapai yang mempekerjakan karyawan dari negara-negara yang terdampak.
Apa Alasan Israel Memberlakukan Pembatasan Penerbangan Ini?