NADIKABAR.COM — Perbuatan kepala sekolah bersama guru di salah satu Sekolah Dasar di Pekalongan yang nekat berhubungan badan di sekolah berbuntut panjang. Kantor bupati bahkan digeruduk warga yang menuntut keduanya disanksi tegas.

Aksi mesum pasangan selingkuh itu terekam kamera dalam bentuk video. Warga yang sudah berusaha keras untuk memperoleh bukti tersebut kecewa gegara guru yang bersangkutan masih tetap boleh mengajar.

Perselingkuhan kepala sekolah dan guru itu sudah lama terendus oleh warga, komite sekolah, hingga guru-guru lain.

Saim (46), salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan hal tersebut. Keresahan masyarakat bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dugaan perilaku tersebut disebut telah terjadi berulang kali dan bahkan diduga berlangsung pada hari tertentu.

"Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu," katanya.

Saim menuturkan dugaan perilaku tersebut disebut sempat diketahui oleh sejumlah guru maupun wali murid. Namun, ketika ditegur, pihak yang bersangkutan disebut membantah atau mengelak.

Bahkan, hubungan asmara tersebut juga terendus para wali murid. Beberapa kali ada guru dan wali murid memergoki hubungan mereka.

"Nah, sempat... Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak," ungkapnya.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya menjelaskan munculnya desas-desus mengenai aktivitas kepala sekolah dan seorang guru, dijelaskan sudah sejak lama.

Namun, setiap kali ditegur, keduanya mengelak. Keduanya, disebut kerap berada di lingkungan sekolah hingga sore hari dalam kondisi pintu tertutup. Hanya dua motor yang masih terparkir.

"Awal mula munculnya kecurigaan berawal dari kebiasaan sekolah yang seharusnya telah selesai pada siang atau sore hari, namun dalam beberapa kesempatan masih terlihat dua sepeda motor berada di lingkungan sekolah," kata warga itu saat ditemui Selasa (8/9/2026).

"Pulang sore terus. Terus ada motor dua. Awalnya tidak curiga. Curiga-curiganya kok sering seperti itu dan pintu tertutup," ungkapnya.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan keberadaan dua kendaraan yang kerap terlihat di sekolah hingga sore hari, sementara pintu sekolah dalam keadaan tertutup.

Pertanyaan serupa juga disebut muncul dari kalangan komite sekolah. Namun, warga maupun komite tidak langsung menanyakan hal tersebut kepada dua orang yang dimaksud, melainkan meminta penjelasan dari pihak sekolah lainnya.