Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan bahwa Jember kini menaungi sedikitnya enam pabrikan cerutu. Dari total produksi yang dihasilkan, sekitar 90 persen di antaranya difokuskan untuk pasar luar negeri.
Selain ekspor reguler, lanjut dia, produk cerutu asal Jember juga telah memasok toko bebas bea di sekitar 10 negara, sehingga pencapaian itu membuktikan bahwa hilirisasi tembakau di Jember berhasil mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi.
Di samping mendorong percepatan industri hilir, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan para petani tembakau karena pemerintah daerah telah menyalurkan jaminan kesehatan, jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), serta berencana memberikan bantuan sarana pendukung pertanian.