Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat juga telah melakukan kajian teknis. Berdasarkan kajian sementara, bentang jembatan yang dibutuhkan untuk menyambungkan dua kampung itu sekitar 280 meter. Berdasarkan perkiraan awal, pembangunan jembatan gantung tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah pembangunan jembatan apung. Namun, opsi tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.

Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan opsi penanganan jangka pendek berupa transportasi mobil antarjemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah.