NADIKABAR.COM — Sebanyak 220 tukang becak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meringankan beban fisik sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.
"Bantuan becak listrik ini diprioritaskan untuk para pengemudi becak yang berusia lanjut (lanjut usia)," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Sabtu.
Mereka yang mendapat bantuan becak listrik ini sebelumnya didata terlebih dahulu oleh Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan Karawang.
Penyerahan ratusan becak listrik kepada tukang becak konvensional ini diserahkan langsung oleh bupati bersama dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
Sebelum disalurkan, bupati terlebih dahulu menjajal langsung becak listrik yang akan didistribusikan itu.
"Test drive dilakukan untuk memastikan becak listrik tersebut dapat dikendalikan dengan baik, termasuk kemampuan manuver dan keseimbangannya. Saya sudah mencoba becak listrik ini, berkeliling di kompleks Pemkab Karawang dengan kecepatan berbeda, termasuk melewati permukaan jalan yang tidak rata. Becak listrik ini tetap stabil dan mudah dikendalikan," katanya.
Becak listrik tersebut juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung, seperti lampu, lampu sein dan klakson.
Dalam sekali pengisian daya, becak listrik ini dapat menempuh jarak hingga sekitar 30 kilometer.
Bupati menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepedulian yang diberikan kepada tukang becak di Karawang.
Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko menyampaikan seluruh bantuan becak listrik disalurkan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Pengadaan becak listrik ini tidak menggunakan anggaran negara, tapi bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dengan target penyaluran sebanyak 25.000 unit pada tahun 2026.
Inisiatif pengembangan becak listrik tersebut lahir dari rasa empati mendalam Presiden Prabowo saat turun ke lapangan dan melihat langsung perjuangan para pengemudi becak kayuh, hingga akhirnya merealisasikan secara bertahap di seluruh Indonesia.