NADIKABAR.COM — Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) bersama-sama mendoakan para korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, yang menimbulkan korban jiwa dan luka bakar serius.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya empat relawan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, terdapat dua korban yang mengalami luka bakar berat dan semoga segera mendapatkan kesembuhan," katanya dalam dzikir dan sholawat di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jumat.

Menurut dia, para relawan telah berjuang menjalankan tugas kemanusiaan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas hingga mengancam permukiman warga.

Ia menilai pengorbanan para relawan tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam menjalankan tugas demi keselamatan masyarakat dan kepentingan negara.

“Saya menganggap para almarhum itu adalah pahlawan. Mereka berkorban agar kebakaran di Gunung Bromo tidak sampai meluas ke rumah warga dan sebagainya,” tutur Muhammad Haris.

Ia mengajak seluruh peserta dzikir dan sholawat untuk mendoakan para relawan yang meninggal dunia agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara dua korban yang mengalami luka bakar berat diharapkan segera diberikan kesembuhan.

“Semoga arwah para relawan yang wafat diberikan kelapangan kuburnya dan menjadi ahlul jannah. Aamiin,” katanya.

Kegiatan yang diikuti ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Mereka juga mengikuti ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Imam Fathur Rozi.

Empat relawan yang bertugas memadamkan karhutla Gunung Bromo meninggal dunia dan dua orang mengalami luka bakar serius karena terjebak dalam kebakaran hutan yang semakin meluas pada Kamis (15/10) sore.

Empat korban yang meninggal dunia yakni Sukaris (55) dan Hendra Rony Wigayanta (25), keduanya merupakan petugas TNBTS, kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) merupakan relawan dari karyawan hotel setempat.

Dua korban yang mengalami luka bakar berat yakni Munawi dan Suraji telah dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas Probolinggo ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan penanganan intensif.