"Saat ini, kita masih menghadapi kondisi kekeringan di sejumlah wilayah yang juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini harus kita sikapi dengan kewaspadaan, terutama dalam menjaga sumber air, mencegah pembakaran lahan, serta memastikan setiap kejadian dapat segera dilaporkan dan ditangani," terangnya.
Selanjutnya, Kang Rey juga mewanti-wanti agar seluruh pihak di Kabupaten Subang ikut memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, karena meskipun Kabupaten Subang tidak secara langsung terdampak namun sebaran abu vulkanik berpotensi sampai ke Kabupaten Subang tergantung arah angin.
"Di sisi lain, kita juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beberapa hari terakhir mengalami erupsi menerus dan hingga saat ini aktivitas vulkaniknya masih terus dipantau dengan status level III atau siaga. Meskipun Kabupaten Subang tidak berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, potensi sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada kondisi dan arah angin, sehingga perkembangan informasi perlu terus kita pantau," paparnya
Pada kesempatan tersebut, Kang Rey secara tegas menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan seluruh _stakeholder_ yang ada akan terus memberi informasi terkait kebencanaan dan akan mengambil langkah yang diperlukan karena kondisi geografis Kabupaten Subang yang beragam.
"Pemerintah Daerah bersama seluruh unsur terkait harus siap memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dan mengambil langkah sesuai rekomendasi dari instansi yang berwenang. Kabupaten Subang memiliki wilayah dengan kondisi geografis yang beragam, mulai dari daerah pegunungan hingga pesisir sehingga memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi," imbuhnya
Kang Rey berharap melalui apel ini koordinasi antarlembaga dapat ditingkatkan sehingga kesiapsiagaan bencana terjamin dan dapat melahirkan antisipasi dalam bentuk solusi.