NADIKABAR.COM — Turnamen bulu tangkis Superliga Junior 2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinilai turut memperkuat sektor wisata olahraga atau sport tourism sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

"Penyelenggaraan turnamen yang diikuti sejumlah tim dari dalam dan luar negeri tersebut memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh, termasuk homestay, hotel, pelaku usaha lainnya, hingga rental mobil juga laku. Termasuk kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya," ujarnya saat menyaksikan partai final Superliga Junior 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Minggu.

Menurut dia kehadiran delapan tim dari luar negeri menjadi kesempatan bagi Kabupaten Kudus untuk semakin dikenal sebagai daerah yang ramah terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala internasional.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi masyarakat Kudus yang telah turut menjadi tuan rumah dengan baik, termasuk dalam memberikan keramahan, menjaga keamanan, serta mendukung kesiapan sarana dan prasarana selama penyelenggaraan turnamen.

Sam'ani berharap berbagai ajang olahraga berskala nasional maupun internasional yang digelar di Kudus dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Mari kita angkat ekonomi rakyat dan mulai memperkenalkan bahwa Kabupaten Kudus juga menjadi daerah yang ramah olahraga atau sport tourism di Indonesia," ujarnya.

Selain berdampak terhadap perekonomian, dia menilai Milklife Superliga Junior 2026 juga memiliki peran penting dalam pembinaan atlet bulu tangkis usia muda. Kompetisi tersebut menjadi salah satu wadah untuk membangun kekompakan tim sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.

Ia bahkan berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat berkontribusi terhadap upaya Indonesia merebut kembali Piala Thomas dan Piala Uber dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Djarum dan Djarum Foundation yang selama ini konsisten membina serta mengawal perkembangan atlet bulu tangkis, mulai dari kelompok umur hingga berpeluang menjadi pemain nasional yang memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

Menurut dia pembinaan sejak usia dini menjadi modal penting untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Ia berharap penyelenggaraan berbagai turnamen olahraga di Kudus dapat terus berlanjut melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat, sehingga sektor olahraga tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.