NADIKABAR.COM — Antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk truk dan bus mulai dibatasi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), demi mengurai antrean. Truk dan bus baru diizinkan masuk SPBU mengisi BBM mulai pukul 18.00 Wita hingga 04.00 Wita.

Pantauan NadiKabar di SPBU Pertamina 74.902.78, Jalan AP Pettarani Makassar, Minggu (13/9/2026) pukul 15.43 Wita, sejumlah petugas berjaga di lokasi. Petugas hanya mengarahkan kendaraan masuk ke SPBU yang sesuai dengan aturan.

Sejumlah truk yang mau mengisi solar belum diperkenankan masuk dalam SPBU. Aturan serupa juga diberlakukan untuk kendaraan besar lainnya seperti bus.

Di sekitar SPBU Pettarani Makassar, tampak sejumlah truk malah antre di pinggir jalan di bawah jalan layang. Truk tersebut memilih menunggu jam pelayanan agar diperkenankan masuk SPBU.

"(Truk dan bus diperkenankan masuk SPBU isi BBM) mulai pukul 18.00 sampai jam 04.00 Wita," kata Senior Supervisor Communication & Relations (Comrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo kepada NadiKabar.

Sementara itu sistem ganjil genap pengisian BBM juga diberlakukan untuk truk dan bus. Sistem pengisian berdasarkan nomor akhir pelat kendaraan dan disesuaikan dengan tanggal berlakunya aturan itu.

"Iya (sistem ganjil dan genap diterapkan juga untuk truk dan bus) sesuai instruksi gubernur," tambah Okky.

Sementara itu, petugas yang berjaga di lokasi mengaku telah meminta agar truk dan bus tersebut tidak antre lebih awal. Kendati begitu peringatan itu tidak diindahkan.

"Tadi kami sudah arahkan untuk tidak mengantre di sana tapi mereka ngotot dan tidak mau meninggalkan tempat. Jadi kami biarkan saja dulu sambil koordinasi dengan pimpinan," ujar salah seorang Staf Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Sulsel Ahmad kepada NadiKabar di lokasi.

Meski demikian, dia tetap memaklumi antrean truk itu dilakukan lebih awal. Apalagi, situasi lalu lintas di lokasi relatif landai di hari libur ini.

"Iya tidak terlalu macet semoga besok mereka bisa mengerti," katanya.

Diketahui, sistem ganjil genap pengisian BBM bersubsidi diberlakukan di SPBU Makassar untuk mengurai antrean. Khusus pada hari ini, kendaraan dengan pelat bernomor akhir ganjil yang diperkenankan masuk SPBU dan menyesuaikan tanggal hari ini.

"Hari ini tanggal 13 berarti ganjil dan dilihat dari angka terakhir pelat. Oleh karena itu hari ini masuk pengisian untuk pelat ganjil," kata Ahmad.

Sementara pengendara mobil dan motor yang nomor pelat kendaraan akhir genap, dilarang masuk SPBU. Kendaraan yang berpelat genap, diarahkan melanjutkan perjalanan dan diminta mengisi BBM besok hari.

"Besok tanggal 14 berarti pengisian untuk genap," sambung Ahmad.

Ahmad menuturkan, kebijakan ini diberlakukan sampai situasi pengisian BBM di SPBU benar-benar normal. Dia berharap antrean panjang yang sebelumnya terjadi di SPBU bisa terurai lewat sistem ganjil genap.