Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights menyatakan seluruh korban berasal dari kelompok minoritas Alawit, yang kerap menjadi sasaran serangan, termasuk pembantaian di wilayah pesisir pada tahun 2025 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Otoritas Suriah menghadapi tantangan keamanan besar sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024, di mana Damaskus dan wilayah sekitarnya dilanda sejumlah serangan.

Sesaat sebelum serangan terhadap bus tersebut, media pemerintah melaporkan adanya ledakan pada pipa gas di dekat salah satu pembangkit listrik utama negara itu, tak jauh dari Damaskus; peristiwa ini terjadi dua hari setelah sabotase terhadap pipa lain di Suriah timur.