Perangkat sasis juga mengalami perubahan. Suspensi belakang torsion beam pada model sebelumnya digantikan dengan sistem suspensi independen multi-link.
Mobil ini juga menggunakan ban berukuran lebih lebar, yakni 205/60 R16, yang dipasang pada pelek alloy 16 inci dengan desain empat palang ganda. Sebagai perbandingan, model sebelumnya menggunakan ban berukuran 165 mm dan 175 mm.
Pemindahan sistem penggerak ke bagian belakang memberikan ruang pada kompartemen depan untuk dijadikan bagasi depan atau frunk.
Bagasi depan masih tergolong tidak umum pada mobil listrik kecil di China dengan harga di bawah 100.000 yuan (sekitar Rp250 jutaan), meski BYD belum mengumumkan kapasitas resmi kompartemen tersebut. Di Indonesia, Atto 1 dijual mulai dari Rp199 juta untuk tipe terendahnya.
Di dalam kabin, Atto 1 menggunakan setir multifungsi palang dua dengan bagian bawah datar serta layar sentuh tengah berdesain mengambang.