NADIKABAR.COM — BYD menargetkan pembangunan 100 fasilitas pengisian daya ultra cepat atau Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026, tersisa dua bulan lebih dengan jaringan yang akan tersebar di berbagai lokasi di tanah air, termasuk diler dan titik pengisian daya publik.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam peluncuran teknologi terbaru BYD di Jakarta, Rabu, mengatakan pengembangan infrastruktur Flash Charging merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur pengisian daya.
"Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung," katanya saat peluncuran teknologi terbaru BYD di Jakarta, Rabu.
Eagle menyatakan fasilitas Flash Charging juga tidak hanya dapat digunakan mobil-mobil BYD dan merek premiumnya, Danza, namun juga akan terbuka bagi seluruh merek kendaraan listrik (EV), tidak terbatas pada kendaraan dari grup perusahaan tersebut.
“Karena ini merupakan infrastruktur berskala besar dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, tentu BYD Flash Charging terbuka untuk semua merek kendaraan listrik,” ujar Eagle.