Meski demikian, kecepatan pengisian daya akan bergantung pada kemampuan masing-masing kendaraan dalam menerima daya dari perangkat pengisi daya.
Teknologi Flash Charging ini memungkinkan pengisian baterai kendaraan dengan baterai blade battery generasi kedua dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit, serta dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal.
Eagle menjelaskan, capaian angka waktu tersebut membutuhkan kombinasi perangkat pengisi daya dan baterai yang kompatibel, yakni Blade Battery generasi kedua milik BYD.
Kendaraan listrik dari merek lain tetap dapat menggunakan fasilitas tersebut. Namun, kendaraan yang belum memiliki teknologi baterai yang kompatibel tidak otomatis memperoleh kecepatan pengisian lima menit untuk penambahan daya dan sembilan menit hingga penuh.
BYD menyebut perangkat Flash Charging memiliki kemampuan menyalurkan daya lebih besar dibandingkan pengisi daya konvensional. Dengan demikian, kendaraan listrik dari merek lain juga berpotensi memperoleh waktu pengisian lebih singkat, sesuai kemampuan teknis masing-masing kendaraan.