Badan keamanan siber Prancis, CERT-FR, awalnya mengonfirmasi adanya sejumlah perangkat kendali jarak jauh buatan produsen Denmark, Danfoss, yang telah disusupi. Peringatan itu kemudian diperluas hingga mencakup sistem dari produsen lain. Penyelidikan mengenai latar belakang serangan masih berlangsung.
Supermarket modern menggunakan pengendali digital untuk memantau dan mengatur instalasi pendingin. Perusahaan pemeliharaan dapat mengakses sistem tersebut dari jarak jauh, misalnya untuk memeriksa suhu. Namun, perangkat lunak perlindungannya diduga sudah usang di sejumlah sistem. Kondisi itu kemungkinan dimanfaatkan penyerang sebagai pintu masuk untuk melancarkan serangan siber.
Hingga kini, belum diketahui siapa yang berada di balik serangan di Prancis maupun motif spesifik para pelakunya. Belum ada pula bukti bahwa cacing AI yang mampu menggandakan dirinya digunakan dalam serangan terhadap instalasi pendingin di negara tersebut.
Meski begitu, penelitian terbaru Anthropic memperlihatkan bagaimana AI berpotensi mempermudah pengembangan perangkat lunak berbahaya dengan dampak serius. Teknologi ini juga dapat memungkinkan serangan terhadap perangkat yang terhubung ke jaringan tanpa memerlukan daya komputasi besar.
Untuk mengantisipasi serangan lanjutan, badan keamanan siber Prancis merekomendasikan agar seluruh perusahaan memperbarui perangkat yang terhubung secara berkala, segera memasang pembaruan keamanan yang diperlukan, serta menonaktifkan akses internet yang tidak dibutuhkan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman