Kadar 138 gram per ton berarti setiap satu ton batuan pada sampel tersebut mengandung hingga 138 gram emas. Tambang emas yang menguntungkan umumnya mengekstraksi sekitar 1-3 gram emas per ton bijih, sementara deposit dengan kadar 10 gram per ton saja sudah tergolong sangat tinggi.
Namun, angka 138 gram per ton tersebut merupakan hasil maksimum pada sampel tertentu, bukan berarti seluruh deposit memiliki kadar setinggi itu. Justru rata-rata kadar di seluruh deposit menjadi salah satu hal yang perlu diketahui melalui pengeboran dan analisis lebih lanjut.
Ada penjelasan geologi menarik mengenai konsentrasi emas pada urat kuarsa. Penelitian yang diterbitkan pada 2024 oleh peneliti Monash University mengusulkan sifat piezoelektrik kuarsa dapat berperan dalam pembentukan konsentrasi emas tertentu.
Kuarsa dapat menghasilkan muatan listrik ketika mengalami tekanan mekanis. Di lingkungan tektonik aktif jauh di bawah permukaan, tekanan dan pelepasan tekanan pada batuan dapat menghasilkan pulsa listrik.
Dalam eksperimen laboratorium dan pemodelan, proses tersebut diketahui dapat membantu menarik emas terlarut dari fluida kaya mineral dan mengendapkannya pada butiran emas yang sudah ada. Namun, penting dicatat, penelitian tersebut tidak secara khusus meneliti deposit Wangu.