NADIKABAR.COM — Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut angka kemiskinan di Indonesia sekitar 8% dengan 1,6 juta jiwa dalam kondisi miskin ekstrem. Menurutnya perlu ada kerja-kerja yang efektif dan cepat sebelum ekonomi dan sistem sosial rontok.
"Hari ini kita masih punya tanggungan kemiskinan yang cukup besar. Tidak kurang dari 8% jumlah penduduk kita adalah miskin. Tidak kurang dari 1,6 juta warga kita adalah miskin ekstrem," kata Cak Imin saat membuka Majelis Pemberdayaan Indonesia di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN 4 Jombang, Jumat (28/8/2026).
Oleh sebab itu, lanjut Cak Imin, Majelis Pemberdayaan Indonesia harus berperan membangun kemandirian bangsa untuk mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, majelis ini harus menyiapkan peta jalan (road map) baru. Sebab diperlukan kerja-kerja yang efektif dan cepat sebelum sistem ekonomi dan sosial Indonesia benar-benar rontok.
"Kalau bahasa konkretnya itu mari kita berbuat secepat-cepatnya sebelum kiamat datang, kiamat dunia maupun kiamat akhirat. Kiamat dunia di depan mata, semua negara akan mengalami krisis yang berkepanjangan akibat perang terutama, juga akibat perdagangan global yang tidak sehat dan sangat menyulitkan semua negara," terangnya.