Feijoo menegaskan bahwa jatah final haruslah menjadi milik Spanyol. Ia tak segan untuk melepas status host jika FIFA memberinya kepada Maroko.

"Pertandingan final sebaiknya digelar di tempat yang adil dan tepat, yang tidak bisa dibantah lagi, yaitu di Spanyol," ujar Feijoo dalam program El Chiringuito yang tayang di stasiun televisi lokal La Sexta, sebagaimana dikutip The Athletic.

Feijoo menekankan bahwa tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 awalnya hanya Spanyol dan Portugal, sedangkan Maroko baru diajak kemudian. Lalu status Spanyol sebagai juara bertahan juga menambah kelayakan mereka.