NADIKABAR.COM — Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- Perkembangan akal imitasi (AI) mendorong taman kanak-kanak dan sekolah bahasa di Malaysia untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi pelajar usia dini dalam bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi kebutuhan masa depan.

Cambridge English Educational Partners mendukung upaya tersebut melalui pendekatan terpadu dalam proses belajar dan mengajar, serta asesmen bahasa Inggris. Selain itu, para mitra memanfaatkan buku dan materi belajar, program pelatihan dan kualifikasi guru, serta tes dan ujian Cambridge English yang telah diakui secara global. Dengan pendekatan ini, Cambridge English turut memperkuat standar pembelajaran sekaligus membantu pelajar usia dini mengembangkan dan membuktikan kemampuan bahasa Inggris.

Jacelyn Tan, Academic Principal, KLC Language Centre, salah satu Cambridge English Educational Partner di Malaysia, menjelaskan langkah lembaganya dalam mempersiapkan anak-anak sejak usia dini untuk menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi AI.

"Berbeda dari pusat bahasa pada umumnya di Malaysia, KLC menghadirkan lingkungan belajar yang terarah dengan jumlah siswa yang terbatas dalam setiap kelas. Pendekatan ini memadukan pendampingan guru secara intensif dengan kurikulum yang terstruktur dan unik. Dengan demikian, anak-anak usia dini dapat membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi sehari-hari, serta memperoleh kualifikasi berstandar global melalui Cambridge English."

Tan Shi Yunn, Deputy Head, Kindergartens, Young's Kingdom, menjelaskan pemanfaatan sumber daya Cambridge English oleh jaringan taman kanak-kanak tersebut untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris anak-anak usia 3–6 tahun.

"Kurikulum kami menggabungkan pembelajaran tematik dengan berbagai kegiatan praktik yang mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa ingin tahu. Melalui eksplorasi yang dibimbing pengajar kami, anak-anak dapat menikmati proses belajar dan menumbuhkan kecintaan terhadap sekolah.