Karena itu, persyaratan akademik juga jadi bagian yang wajib diikuti oleh peserta yang bakal tampil di Campus League. Campus League ingin pesertanya juga memperhatikan pendidikan secara konsisten.

Demi mewujudkan ekosistem student-athlete, Campus League punya komitmen jangka panjang selama 30 tahun. Dengan demikian, Campus League bisa mendorong universitas untuk menyusun skema beasiswa bagi atlet berprestasi dengan lebih fokus dan konsisten. Hal ini tak lepas dari komitmen kompetisi yang akan rutin digulirkan tiap tahun selama tiga dekade mendatang.

"Menjadi student-athlete, itu sebenarnya kami berusaha menciptakan manusia-manusia super dalam tanda kutip. Mereka harus bisa hidup seimbang sebagai mahasiswa, sebagai atlet. Artinya pengaturan waktu mereka harus bagus. Nantinya mereka akan menghadapi konflik. Belum lagi berbicara soal level kebugaran, skill komunikasi, skill kepemimpinan, dan seterusnya. Ini sebenarnya juga nilai-nilai yang sangat berguna di dunia korporat."

"Jadi yang kami ingin adalah bila memang mereka level olahraganya sangat bagus sekali, mereka mungkin bisa tembus ke tim nasional dan membela Indonesia Tetapi bila level mereka ada di level kampus, mereka bisa mendapatkan kesempatan bergengsi di sebuah kompetisi yang baik, mendapatkan exposure, berkembang juga sebagai atlet dan manusia. Dan juga mendapat gelar S1," ucap CEO Campus League Ryan Gozali.