Dilansir dari situs Ajel.sa, Rabu (9/9/2026), pemanfaatan AI ini bertujuan meningkatkan layanan serta membuat perjalanan jemaah lebih efisien. Teknologi yang digunakan berfungsi menganalisis kerumunan, memprediksi waktu kepadatan, mengatur pergerakan bus, serta memberikan informasi langsung kepada jemaah dalam lebih dari 180 bahasa.
Kemenhaj Saudi memanfaatkan analitik data dan AI untuk mengubah kumpulan data jadi informasi yang bisa digunakan dalam perencanaan. Analisis dilakukan terhadap tren haji dan umrah, perilaku dan preferensi jemaah, serta pola permintaan dan ketersediaan layanan.
Analitik prediktif juga digunakan untuk memperkirakan waktu kedatangan dan keberangkatan jemaah, lama tinggal, serta banyak tren perjalanan lain. Data itu lalu digunakan untuk mendukung perencanaan lebih dini serta pengambilan keputusan selama operasional haji dan umrah.