Bagi banyak pembeli, pameran dagang itu berfungsi sebagai saluran yang menghubungkan kapabilitas industri China dengan permintaan pasar global. Mereka mengatakan rantai pasokan China yang komprehensif, stabil, dan efisien menawarkan kepastian yang langka di saat hambatan perdagangan meningkatkan biaya dan mengancam stabilitas rantai pasokan. "Mayoritas perusahaan anggota kami mencari pemasok mereka melalui Canton Fair, dan mereka telah lama menjadi mitra yang tumbuh bersama," ungkap Juan Camilo Basto, seorang anggota dewan Kamar Investasi dan Perdagangan Kolombia-China.

"Tidak ada platform daring yang dapat menggantikan Canton Fair. Pameran ini membuat kerja sama menjadi lebih membumi dan persahabatan menjadi lebih bermakna." Pameran tersebut juga menampilkan transformasi manufaktur China, dengan inovasi dan pembangunan hijau memainkan peran yang semakin menonjol. Lebih dari 32.000 peserta pameran memamerkan 4,88 juta produk, 64 persen di antaranya menerapkan teknologi seperti internet industri dan kecerdasan buatan (AI). Produk-produk yang dipamerkan mulai dari tangan robot yang cekatan hingga dinding tirai fotovoltaik. Produk baru dan produk hijau masing-masing menyumbang 23,2 persen dan 26 persen dari produk yang dipamerkan, keduanya mencapai rekor tertinggi. Bagi peserta yang telah lama mengikuti Canton Fair, evolusi pameran tersebut mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam sektor manufaktur China. Michael Jensen, manajer umum Asia dari F&H Group asal Denmark, pertama kali mengunjungi Canton Fair pada 1998 dan sejak itu telah menghadiri sekitar 40 sesi pameran.

Dia mengatakan pameran itu telah berevolusi dari sekadar platform pengadaan (sourcing) menjadi wadah yang memfasilitasi inovasi kolaboratif. Dengan dukungan AI dan teknologi-teknologi lainnya, pengembangan produk di China telah mengalami percepatan.