NADIKABAR.COM — Pelatih soft tenis putra Indonesia Prima Simpatiaji tetap memberikan apresiasi atas kerja keras anak asuhnya yang meraih medali perunggu beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mampu mencapai babak semifinal sebelum dihentikan wakil tuan rumah, Jepang.

"Kita persiapan untuk Asian Games sangat minim sekali, hanya sekitar lima atau enam bulan. Tapi kami sudah bisa mencapai semifinal, itu sudah sangat luar biasa," tutur Prima saat ditemui setelah pertandingan di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, Minggu.

Soft tenis menjadi cabang olahraga ketiga yang menghasilkan medali bagi Kontingen Indonesia pada kompetisi multicabang olahraga terakbar di Asia ini.

Namun harus disayangkan, perolehan medali perunggu tidak sesuai target karena beregu putra soft tenis ditargetkan memboyong medali perak, bersama dengan nomor tunggal putri dan ganda campuran.