Meski Indonesia tak masuk negara anggota CDRI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan Indonesia kepada para periset negara anggota BRICS, termasuk India dan beberapa anggota CDRI. Ini menjadi langkah bagi Indonesia memperluas kolaborasi riset Internasional.

"Indonesia membuka infrastruktur dan fasilitas riset unggulan BRIN untuk dimanfaatkan bersama oleh periset, perguruan tinggi, industri, serta periset dari negara-negara anggota BRICS. Kami ingin akses terhadap fasilitas riset ini semakin memperkuat mobilitas periset dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang konkret," kata Kepala BRIN Arif Satria saat menghadiri The 14th BRICS Science, Technology and Innovation (STI) Ministerial Meeting di Chennai, India, Jumat (21/8/2026), dikutip Jumat (11/9/2026).

BRIN juga membawa tiga aktivitas penelitian dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk dikolaborasikan dengan negara-negara BRICS. Ketiganya adalah Research and Workshop on Time-domain Astrophysics, Expedition of Terrestrial Geological Field Training for Disaster Mitigation, serta Training on Indonesian Biodiversity Structural Biology.

BRIN ingin kerja sama BRICS menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Indonesia tidak hanya ingin menjadi bagian dari kolaborasi, tetapi juga menawarkan kapasitas, fasilitas, pengetahuan, dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama," tuturnya.