Ia menilai proses pendewasaan dalam hidup menuntut seseorang untuk terus mencoba bangkit tanpa harus terpuruk pada kesalahan masa lalu. Pola pikir tersebut ia terapkan dalam seluruh perannya, baik sebagai perempuan mandiri maupun seorang ibu.
"Kita coba lagi, kita coba lagi, dan besok kita bisa lebih baik lagi sebagai seorang istri, sebagai seorang wanita, sebagai seorang ibu, dan supaya lebih baik lagi ke depannya, lebih waras lagi," tuturnya.
Saat disinggung mengenai langkah konkret untuk berdamai dengan keadaan, kakak Natasha Ryder itu menegaskan pentingnya rasa syukur. Ia menyadari formula hidup yang ia jalani belum tentu cocok diterapkan oleh semua orang.