NADIKABAR.COM — Membuat eco enzyme sendiri di rumah sangatlah praktis dan murah. Dengan mengolah kembali limbah organik dapur, Anda dapat menghasilkan cairan pembersih alami yang kaya manfaat sekaligus mengurangi beban sampah lingkungan.
Banyaknya manfaat eco enzym menjadi alasan mengapa cairan ramah lingkungan ini sangat dianjurkan dibuat dan dimanfaatkan demi membuat bumi menjadi sehat.
Kunci utama keberhasilan fermentasi eco enzyme, menurut Kemen LH dan sumber-sumber lain, terletak pada patokan rasio dasar 1 : 3 : 10, yaitu:
Contoh takaran: 100 gram gula merah + 300 gram sisa kulit buah + 1.000 ml (1 liter) air.
1. Persiapkan wadah mulut lebarGunakan wadah bermaterial plastik (seperti toples atau galon) yang memiliki penutup rapat. Hindari wadah berbahan kaca atau logam karena tekanan gas fermentasi dapat memecahkan kaca atau merusak logam.
Tuangkan air ke dalam wadah plastik, lalu masukkan gula merah yang sudah diiris tipis atau dihaluskan. Aduk hingga gula larut sepenuhnya di dalam air.
Bersihkan kulit buah dan potongan sayuran dari kotoran tanah, potong kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam larutan gula. Pastikan seluruh bahan organik terendam dalam air, kemudian sisakan ruang kosong sekitar $20%$ di bagian atas wadah untuk menampung gas fermentasi.
Tutup wadah secara kedap udara. Simpan wadah di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara baik, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Perawatan masa fermentasi (3 bulan)
Setelah 90 hari (3 bulan), eco enzyme siap dipanen. Cairan yang berhasil akan berwarna cokelat jernih dengan aroma asam segar khas fermentasi buah. Saring cairan menggunakan kain halus atau saringan rapat, lalu simpan dalam botol plastik. Ampas sisa fermentasinya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos padat atau starter untuk pembuatan batch berikutnya.