"Pembinaan akan mulai Oktober tahun ini di 10 SD Negeri di Desa Jambewangi dan Kemiren. Rencana juga berlanjut ke SMKN 1 Glagah," jelasnya.
Menurut Gunawan, pemilihan sekolah binaan tersebut disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Desa Kemiren merupakan basis masyarakat Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang terus dirawat secara turun-temurun.
Sementara Desa Jambewangi dikenal sebagai salah satu sentra pertanian organik yang telah menembus pasar internasional.
"Kami berharap pembinaan yang dilakukan dapat mendorong peningkatan prestasi sekolah. Dampaknya tidak hanya bagi kemajuan desa, tetapi juga bagi Banyuwangi secara keseluruhan," kata Gunawan.
Bupati Ipuk menyambut baik dukungan dari YPA-MDR. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.
Ipuk berharap program pembinaan tersebut dapat melengkapi berbagai inovasi pendidikan yang selama ini telah dijalankan pemkab.