NADIKABAR.COM — Arsenal mendominasi permainan, tetapi tetap tersingkir dari Carabao Cup. The Gunners melepaskan 26 tembakan dan punya penguasaan bola 78%, tapi Fleetwood Town mampu menyingkirkan mereka lewat adu penalti.
Arsenal bermain imbang 1-1 selama 90 menit dalam laga babak keempat Carabao Cup di Highbury Stadium, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB. Fleetwood, klub divisi keempat Liga Inggris, kemudian menang 5-3 dalam adu penalti untuk melaju ke perempatfinal.
Statistik menunjukkan dominasi Arsenal. Mereka membuat 26 percobaan tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan tiga tembakan Fleetwood. Arsenal juga mencatat nilai expected goals (xG) sebesar 2,21, tetapi hanya mampu mencetak satu gol.
Fleetwood membuka keunggulan melalui Aaron Loupalo-Bi pada menit ke-21. Arsenal baru menyamakan kedudukan lima menit setelah babak kedua dimulai lewat Viktor Gyokeres.
The Gunners terus berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kiper Jay Lynch menggagalkan sejumlah peluang. Situasi Arsenal semakin sulit setelah Max Dowman menerima kartu merah langsung pada menit ke-85.
Pemain muda kelahiran 2009 itu diusir setelah menendang ke arah Harrison Neal seusai terlibat duel keras. Arsenal pun harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan laga dilanjutkan ke adu penalti.
Fleetwood tampil tenang dalam adu penalti. Kelima eksekutornya sukses menjalankan tugas, sedangkan Arsenal gagal melalui Bruno Guimaraes.
Sepakan Guimaraes ditepis kiper Jay Lynch. Tiga penendang Arsenal lainnya sukses mencetak gol, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Conor Haughey kemudian memastikan kemenangan Fleetwood lewat eksekusi penalti terakhir. Adu penalti berakhir 5-3 untuk tuan rumah.
Hasil ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Fleetwood. Klub yang berkompetisi di League Two itu untuk pertama kalinya melaju ke perempat final Carabao Cup setelah menyingkirkan Arsenal, juara bertahan Premier League.
Kemenangan Fleetwood juga mengingatkan pada catatan historis sepakbola Inggris. Menurut statistik Opta yang tercantum dalam bahan awal, terakhir kali tim divisi keempat menyingkirkan juara bertahan kasta tertinggi Inggris terjadi pada 1992, ketika Arsenal juga menjadi tim yang tersingkir.
Namun, catatan tersebut perlu dibaca secara tepat: Arsenal dan Fleetwood bermain imbang selama 90 menit. Fleetwood memastikan kelolosan melalui adu penalti, bukan kemenangan dalam waktu normal.
Fleetwood kini menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan mereka di perempat final Carabao Cup. Bagi Arsenal, dominasi statistik tak cukup untuk menyelamatkan mereka dari salah satu kejutan terbesar turnamen musim ini.